Everything Happens for a Reason
Pernah ngga sih ngerasa "Aduh.... nyesel banget pilih X instead of Y"? Sebenarnya, aku juga sering merasakan hal yang sama.
Kemudian, beberapa waktu yang lalu, aku membaca suatu novel yang berjudul "The Midnight Library", yang mana di novel tersebut menceritakan Nora (karakter utama) yang mau mengakhiri hidupnya karena tertimpa kemalangan terus-menerus hingga dia ngga kuat lagi. Namun, pas di ambang batas hidup dan mati, dia berada di perpustakaan yang mana terdapat buku-buku yang menceritakan masa sekarang apabila kita memilih suatu skenario di masa lalu. Contohnya: "Coba pas SMP aku mendalami dunia menulis", nanti bisa tahu apa yang terjadi saat ini kalo pas SMP aku memilih mendalami dunia menulis. Namun, Nora menjelajahi cerita di buku itu bisa lama, namun bisa juga sebentar, seingat aku akan kembali ke perpustakaan jika masih mempertanyakan kebahagiaan itu sendiri. Kembali ke cerita Nora, Nora sendiri sudah berkeliling berbuku-buku dengan skenario yang dia sesali tidak ia pilih pas dahulu, dari pengalaman yang tidak enak sampai akhirnya benar-benar enak, namun Nora sendiri masih merasa sesuatu yang ganjal walau hidupnya benar-benar enak. Akhirnya, Nora mengetahui bahwa regret/penyesalan (what if I choose X instead Y) itu sebenarnya belum tentu membuat hidupnya bahagia.
Aku sendiri sempat merasakan hasil everything happens for a reason. Dulu, pas 2017, aku benar-benar ingin masuk ke Teknik Kimia UI. Dari kelas 12 semester 1 (semester 5) itu benar-benar digenjot belajar aku terutama kalkulus dan fisika, kemudian untuk TO benar-benar all out dengan hasil peringkat 10 besar se-OF. Pas PPKB, sebenarnya chance aku benar-benar besar sekali buat keterima paralel Teknik Kimia UI, tapi ditolak mentah-mentah sama ayah. Akhirnya SBMPTN milih Teknik Kimia dan Teknologi Bioproses (pecahan Teknik Kimia) sebagai pilihan kedua dan ketiga. Namun, hasil SBMPTN ngga keterima apa-apa, pas itu aku sempat denial tentang penolakan itu. Syukur, pas saat itu mendapat Teknik Kimia di UNS. Setelah belajar mengenai Teknik Kimia lebih dalam baik di perkuliahan, ospek jurusan, dan sebagainya, aku merasa Teknik Kimia bukan tempat "aku", hingga akhirnya pindah ke Teknik Industri. Dari hal seperti roller-coaster itu, benar-benar banyak sekali pelajaran yang bisa aku ambil untuk kedepannya.
Kembali ke judul awal yakni everything happens for a reason, sebenarnya Allah (menurut aku) juga sedang merencanakan sesuatu yang paling baik, walau terlihat menyesal kita kenapa memilih X instead of Y tapi inshaAllah hal itu yang terbaik bagi kita. Aamiin.
Komentar
Posting Komentar